Pintu itu terbuka

|

Kehidupan manusia tidak beku,tidak kelu bahkan ianya sering berubah dan bersedia untuk berubah .Namun , dalam merentasi kehidupan ini manusia sering alpa dengan tanggungjawab mereka sebagai khalifah di dunia bahkan lebih dahsyat bila manusia lupa asal-usul kejadian mereka , manusia adalah hamba .

Nafsu manusia begitu rakus dalam menentukan jalan yang dilalui manusia .yang penting nafsu takkan sekali-kali redha melihat manusia asyik taat kepada Allah . Maka tidak hairan kalau dilihat manusia seakan-akan hilang pertimbangan dalam menentu hala-tuju kembali kepada Allah sang pencipta .

Walaupun kita manusia berkali-kali goyah dengan pujukan manis nafsu , ingatlah jalan taubat itu tersangat luas untuk menerima kita .Sebesar mana pun dosa dan noda yang pernah manusia lakukan maka pengampunan Allah tiada batas untuk menerimanya kembali .Tiada istilah "tiada maaf untukmu" .Allah sangat teruja dengan manusia yang bertaubat dikala tersilap dan terjebak dalam dosa .sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang bertaubat .Selagi mana dosa itu tidak men"dua"kan Allah yang Esa .

Imam Ibnu Atoillah diawal-awal Hikamnya menekankan kepada kita , jangan sekali-kali bergantung dengan situasi keadaan kita , baik maupun buruk , itu menandakan kita lemah pegangan dan harapan dengan Allah . Ketika baik jangan kita syok dengan situasi itu kerana kebaikan bukan untuk dibangga-bangga tapi untuk disyukuri .Ketika buruk jangan merasa pintu taubat itu tertutup kerana mungkin keburukan dan dosa itu akan membawa manusia kedarjat yang lebih tinggi .taubat .

Aku berlindung denganMU Ya Allah dari godaan nafsu dan syaitan...

0 ulasan:

Catat Komen

 

©2009 .::ilahi anta maqsudi::. | Template Blue by TNB